Senin, 28 Juni 2010

Ambon Di Bulan Juni

Halilintar Mengaung, Amsterdan Goyah, 2 Nyawa Melayang

Part I

Sabtu 12 juni 2010, sekitar pukul 15.00 wit, hujan lebat mengguyur kota Ambon. Tak disangka, anugerah tuhan itu, tak kenal hentinya terus menyirami bumi Manise hingga pekan bahkan malam hari. Malam itu, saya berada di kantor Maluku Expose (ME), yang berlokasi di Batu Gantung Waringin, kecamatan Nusaniwe kota Ambon. Awalnya saya berencana balik ke rumah, usai ketik berita, namun karena hujan enggan reda, maka mau tidak mau saya mesti nginap di kantor. Untuk ngilangin rasa penat, saya bersama kru ME lainya bercerita ria Sembari menonton TV. Namun, seketika keramaian itu tertutupi oleh dasyatnya gemuru halilintar. Duarrrr, sekitar pukul 11.00 wit, terdengar suara ledakan menyerupai suara ledakan bom yang di barengi kilatan menyerupaian blits kamera raksasa, tiba-tiba saja melewati depan kantor ME. Suasana riuh pun seketika terhenti. Matikan TV, AC dan listrik lainya, teriak om Dody (Kru ME). Hujan makin keras, seolah langit menangis karena kehilangan sesuatu yang berharga.

Keesokan harinya, saya pulang ke rumah, Batu Merah Dalam (Asrama Tentara). Saya kaget ketika melihat jalanan di seputaran Amsterdan (Asrama Batu Merah Dalam) hampir dipenuhi sampah bahkan disudut-sudut jalan hampir di penuhi gundukan lumpur. Sejumlah orang sibuk sana sini mengangkat barang-barang mereka. Seolah tak mau tahu, saya pun melanjutkan langkah sampai ke rumah. Hari itu saya berencana weekend ke Morella bersama Yayu (adik). Dijalan menuju terminal, saya berpapasan dengan cha Yuni (orang sekampung). Yuni yang saat itu tengah mengendarai motor, langsung menghentikan motornya begitu melihat saya. Mau kemana cha Yun ? Mau berbagi dengan korban banjir na, tutur Yuni sembari berlalu menuju ke arah Amsterdam. Akhirnya saya pun sadar kalau Amsterdam goyah di terjang halilintar semalam. Saat di dalam mobil menuju Morella, saya mencoba menghubungi Bahtiar (Kontributor SCTV) guna menginformasikan kejadian di Amsterdam, karena bagi saya, saat itu, Amsterdamlah yang paling parah kondisinya. Namun, tak disangka, bahtiar memberikan informasi mengejutkan, “di Air Kuning, Batu Merah Kebun Cengkih terjadi longsor, 2 balita di temukan tewas. (Bersambung)

Read More..
 
Template by Administrator Frelia | Anak SD | Blogger